Pura Pulaki terletak di daerah bukit batu karang yang bertebing curam, termasuk wilayah dari desa Banyupoh, kecamatan Grokgak, kabupaten Buleleng. Nama Pura Pulaki lebih dikenal dari Pura Dalem Melanting karena sesungguhnya Pura Dalem Melanting merupakan kesatuan dari Pura Pulaki. Sejarah Pura Pulaki terkait dengan peristiwa ketika Sri Patni Kaniten mencapai moksa berkat ajaran ilmu keparamarthan yang diberikan Danghyang Nirartha. Ilmu tersebut mudah dipahami oleh Sri Patni Kaniten sehingga beliau menjadi suci dapat gaib hilang dari pandangan dan dapat dikatakan telah mencapai moksa, dan dipuja sebagai dewa serta dipandang sebagai “Bhatari Dalem Ketut”. Berdasarkan tinjauan sejarah tersebut maka pendirian Pura Pulaki terkait dengan Pura Dalem Melanting dalam hubungannya dengan tirthayatra dari Danghyang Nirartha yang dilakukan pada masa pemerintahan Raja Gelgel, Dalem Waturenggong (1460-1552 M).

Berdasarkan uraian dalam lontar Dwijendra Tattwa dan Babad Catur Brahmana maka fungsi Pura Pulaki adalah sebagai tempat suci untuk memuja Sang Hyang Widhi dan memuja keagungan jiwa Sri Patni Kaniten yang telah mencapai moksa dan dipuja sebagai dewa serta disebut “Bhatari Dalem Ketut”. Pemujaan itu dilakukan untuk memohon kesuburan, keselamatan dan kesejahteraan.


FORM PEMESANAN


Nama

Telepon

E-mail

Pesan Anda

Masukan Kode ini : captcha

Tag :  
pura pulaki,sejarah pura pulaki