Kebo Edan artinya kerbau gila, nama ini diambil dari 2 arca kerbau yang terdapat di depan sebelah kanan- kiri Arca Bhairawa yang tampak berfungsi sebagai arca penjaga arca Bhairawa tersebut. Peninggalan sejarah purbakala yang terdapat di Pura Kebo Edan diduga berasal dari abad ke-13 Masehi. Pendapat itu dikaitkan dengan masa penguasaan Bali oleh Raja Kertanegara yang berhasil menaklukkan Bali pada tahun 1284 Masehi. Akibat ekspansi politik tersebut, ajaran Bhairawa yang dianut oleh Raja Kertanegara di Kerajaan Singosari tersebar sampai ke Bali.

Peninggalan purbakala yang terdapat di Pura Kebo Edan yang terpenting adalah sebagai berikut:

1. Arca Bhairawan Siwa; arca ini menari di atas mayat manusia dengan bentuk badan besar, kekar, berambut ikal memakai topeng setinggi lebih kurang 3,50 meter. Arca ini menunjukkan ciri-ciri Bhairawa karena menari di atas mayat dengan memakai hiasan ular pada pergelangan kaki dan tangannya. Bhairawa tergolong aliran Tantrayana Prawrtti (kiri) karena cendrung mengikuti indria dalam usaha mencapai kebebasan atau kepuasan duniawi tanpa pengekangan indria.

2. Arca Bhairawa Raksasa; arca yang mempunyai unsur-unsur demonis seperti: mata melotot, menggunakan hiasan tengkorak, membawa mangkok dengan hiasan tengkorak dengan hiasan tengkorak dan biasanya juga membawa pisau.

3. Arca Kerbau Berjongkok; arca ini mengeluarkan suara menderu pertanda garang dan menggila, yakni Kebo Edan.

4. Arca Ganesa; masyarakat menyebut arca ini sebagai Betara Gana.

PETA PURA KEBO EDAN :


 


    FORM PEMESANAN


    Nama

    Telepon

    E-mail

    Pesan Anda

    Masukan Kode ini : captcha

    Tag :  
    pura kebo edan