Pulau Bali terkenal dengan pulau seribu pura dengan berbagai budaya dan adat istiadat yang terkandung di dalamnya. Selain pura-pura besar yang ada di Bali seperti “Besakih”, terdapat juga pura yang mempunyai keunikan khusus yaitu terdapat tulisan atau prasasti yang terletak di Pura Pengukur-ukuran dan juga terdapat peninggalan-peninggalan purbakala salah satunya adalah Goa Garba, yang berada di sekitar pura agung Pengukur-ukuran ini dibangun pada zaman pemerintahan Raja Jayapangus sekitar abad ke 12 Masehi. Goa Garba terletak di bawah Pura Pengukur-ukuran, di banjar Samegunung, desa pejeng, Tampaksiring, Gianyar-Bali. Goa Garba terkenal sebagai tempat pertapaan yang dipahat pada dinding tepi jurang sungai Pakerisan. Untuk mencapai ke lokasi kita   harus terlebih dahulu melewati gapura yang tangganya tersusun rapi dan terbuat dari batu kali. Di antara tangga tersebut terdapat bekas telapak kaki manusia yang di ceritakan adalah telapak kaki dari orang yang membuat ceruk pertapaan tersebut yaitu “Kebo Iwa”. Kebo Iwa adalah seorang yang sakti mandraguna. Di atas ceruk pertapaan ini terdapat juga beberapa kolam dan pancuran, salah satu kolam tersebut terdapat sebuah Goa atau lubang masuk menuju sebuah terowongan. Di lokasi Goa Garba juga terdapat sebuah tulisan yang dipahat yang berbunyi “Sra”. Goa Garba sering dikunjungi oleh orang-orang yang ingin melakukan meditasi atau yoga. Jarak tempuh untuk menuju ke lokasi kira-kira sekitar 34 km dari kota Denpasar dengan menggunakan kendaraan bermotor. Goa Garba merupakan objek wisata purbakala yang masih dijaga kelestariannya.

Buat anda yang sedang berencana wisata ke Bali, jangan lupa untuk berkunjung ke tempat peninggalan purbakala Goa Garba.


FORM PEMESANAN


Nama

Telepon

E-mail

Pesan Anda

Masukan Kode ini : captcha