Jemeluk & Amed

Jemeluk dan Amed terletak di kawasan pantai desa Purwakerti yang termasuk wilayah kecamatan Abang, kabupaten Karangasem. Untuk menuju kawasan pantai ini menempuh waktu lebih kurang 120 menit atau berjarak sekitar 101 km ke arah timur laut dari ibukota Denpasar. Bilamana dari Amlapura, ibukota kabupaten Karangasem hanya berjarak kurang lebih 20 km.

Obyek wisata Jemeluk dan Amed sering dikunjungi wisatawan mancanegara terutama wisatawan yang sangat senang dengan wisata tirta seperti berenang, diving, dan snorkeling. Daya tarik wisata di kawasan ini terletak pada kehidupan bawah lautnya. Air lautnya yang tenang dan jernih dengan hamparan batu karangnya yang sangat menawan sehingga beraneka ragam jenis ikan laut tropis hidup di sini. Pada saat sekarang ini sudah diupayakan pelestarian terumbu karang untuk mempercepat proses tumbuhnya karang-karang baru. Dengan demikian populasi ikan-ikan tersebut lebih cepat berkembang dan kelestarian terumbu karangnya dapat diamankan.

Selain keindahan lautnya, daya tarik lain di kawasan ini berada di sepanjang jalan dari Jemeluk menuju Amed di mana para wisatawan dapat menyaksikan cara pembuatan garam secara tradisional oleh penduduk setempat. Di samping itu pemandangan alam di sini sangat mempesona bila dilihat dari tempat ketinggian di atas Jemeluk dan Amed akan tampak gunung Agung di kejauhan, perbukitan dengan lembah dan jurangnya serta hamparan laut yang luas membiru dan perahu-perahu nelayan (jukung).

Kawasan wisata Jemeluk dan Amed masih termasuk daerah yang sepi dan alami. Namun di sepanjang jalan Jemeluk hingga Amed, mulai dari desa Lipah sudah ada beberapa fasilitas akomodasi dan beberapa rumah makan. Dan di sepanjang pantainya banyak terdapat perahu-perahu nelayan (jukung) yang selalu siap untuk mengantar wisatawan yang akan berlayar, diving, maupun snorkeling.

Sejarah mengenai kawasan wisata ini belum banyak diketahui, hal ini disebabkan tidak adanya bukti adanya peninggalan secara tertulis. Namun menurut keterangan dari masyarakat setempat mengatakan, bahwa nama Jemeluk sudah lama ada sebelum kerajaan Karangasem berdiri, di mana dulunya wilayah ini termasuk Perbekelan Culik. Sebelumnya nama Jemeluk berasal dari “Menyeluk” yang asal katanya dari seluk atau laut yang menyeluk ke darat. Lama kelamaan nama Menyeluk berubah menjadi Jemeluk, yang sampai sekarang tidak diketahui sebabnya. Mata pencaharian penduduk setempat umumnya sebagai nelayan dan beternak.

Kawasan wisata Jemeluk dan Amed semakin dikenal dan mudah dikunjungi wisatawan setelah dibuat sarana jalan beraspal dari Amed hingga tembus ke desa Seraya. Kondisi tanah di sepanjang kawasan wisata ini berbentuk miring dengan perbukitan yang kaki bukitnya langsung menyentuh laut. Dengan kondisi alam yang demikian maka di kawasan ini sangat jarang turun hujan dibandingkan daerah lainnya di Bali, sehingga tanahnya agak gersang. Walaupun keadaan alamnya yang gersang dan panas, namun Jemeluk dan Amed memiliki perpaduan alam perbukitan dengan pemandangan laut yang biru dan tenang serta batu-batu karang yang menawan sehingga menarik para wisatawan untuk berkunjung.


FORM PEMESANAN


Nama

Telepon

E-mail

Pesan Anda

Masukan Kode ini : captcha