Indonesia, memang terkenal dengan kekayaan adat-istiadat dan budayanya. Bali, merupakan salah satu wilayah yang memiliki adat-istiadat yang cukup banyak dan unik. Mayoritas agama masyarakat Bali itu sendiri adalah Hindu. Jadi, tidak heran apabila kita berkunjung ke Bali kita akan melihat beberapa upacara adat atau arsitektur bangunan yang kental dengan budaya Hindu. Namun, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan apabila sedang berkunjung ke Bali karena masyarakat di sana sangat menghormati budaya dari leluhurnya itu. Tau gak sih, ternyata ada juga beberapa larangan yang harus kamu patuhi saat kamu ke Pulau Dewata ini saat menikmati Wisata Bali. Larangan apa sajakah itu?

Menginjak Sesajen atau Canang

Bila kita sedang berada di Bali, kita akan banyak sekali melihat Sesajen atau Canang ini disekitaran kita. Baik di atas trotoar, di depan rumah, toko, ataupun warung. Namun, janganlah coba-coba untuk menginjak Sesajen tersebut. Canang yang ditaruh itu merupakan sebuah persembahan umat Hindu di Bali untuk menghormati pencipta alam sekaligus sebagai pengucap rasa terima kasih. Apabila kita menginjak secara tidak sengaja itu tidak apa-apa. Tapi, alangkah baiknya apabila kita tetap meminta maaf walaupun hanya di dalam hati. Selain dilarang menginjak, kita juga tidak diperbolehkan untuk melangkahi dan memindahkan Sesajen tersebut

Masuk ke Tempat Suci saat Menstruasi/Haid

Di Bali sangat banyak tempat-tempat yang disucikan. Nah, kamu gak boleh sembarangan masuk ya terutama buat para wanita yang sedang haid. Contohnya seperti ke Pura (tempat ibadah), bagi kalian yang menstruasi paling hanya bisa menikmati keindahan di luar sekitar Pura tersebut. Hal ini dipercayai untuk menjaga kesucian Pura. Lalu, jika kalian sedang berkunjung ke Pura, sebaiknya janganlah memakai baju yang tidak sopan atau celana pendek.

Menetap Tanpa Mendaftar

Apabila kalian adalah pendatang yang ingin menetap di Bali, maka kalian harus memiliki yang namanya Kipem. Ini sejenis KTP sementara untuk kalian yang sedang menetap di sana. Pihak banjar Bali sangat rutin mengadakan razia Kipem kepada warga pendatang. Apabila anda tidak memilikinya, maka akan terkena hukuman adat dan bahkan bisa diusir dari wilayah sana.

Memegang Kepala Orang Bali

Masyarakat Bali percaya bahwa kepala adalah bagian yang paling suci dari tubuh manusia. Karena itu, hindari memegang kepala orang Bali, termasuk anak-anak. Jangan pernah mengusap kepala mereka karena mereka menganggap itu tidak sopan.

Jangan Keluar pada saat Hari Raya Nyepi

Saat Nyepi jangan lakukan hal-hal seperti menyalakan lampu dan keluar dari hotel atau rumah kecuali jika ada keadaan mendadak seperti sakit dan melahirkan.

Jangan Memotret denga Blitz/Flash Ketika Orang Bali Sembahyang

Saat kita ingin mengabadikan momen masyarakat Bali sedang beribadah. Janganlah pernah menggunakan flash pada kamera atau HP kalian ke arah orang yang sembahyang atau pun saat pendeta sedang melintas. Karena, hal tersebut dapat mengganggu ke-khusyuan mereka dalam beribadah. Selain itu, kita juga dilarang untuk di posisi yang lebih tinggi dari tempat sembahyang pendeta dan tempat sesajian yang ada disekitar tempat ibadah tersebut.

Itulah beberapa hal yang tidak boleh dilakukan di Bali saat kita sedang berkunjung atau menetap di sana. Semua hal tersebut berlaku juga bagi masyarakat asli Bali (kecuali masalah KTP atau Kipem tadi). Jadi, lebih baik kita pelajari dahulu larangan-larangan serta adat-istiadat dari masyarakat Bali itu sendiri. Dengan demikian, kita tidak menimbulkan masalah baik sengaja ataupun yang tidak sengaja. Kita pun bisa menikmati waktu liburan kita yang menyenangkan. Have a great day!! #Staysafe


FORM PEMESANAN


Nama

Telepon

E-mail

Pesan Anda

Masukan Kode ini : captcha