Brahmavihara Arama  Banjar dikalangan masyarakat lebih dikenal dengan nama Vihara Buddha Banjar, yang merupakan Vihara Buddha yang terbesar di Bali. Vihara ini terletak di kawasan perbukitan di Banjar Tegeha, Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng yang berjarak kurang lebih 22 Km di sebelah barat kota Singaraja, dan 11 Km dari kawasan wisata Lovina. Karena berlokasi dikawasan pegunungan, Brahmavihara-Arama bersuasana tenang dan damai sehingga serasi benar sebagai lokasi kawasan spiritual. Jalan menuju kawasan Brahmavihara-Arama dapat di tempuh dengan berbagai jenis kendaraan bermotor. Terlebih lagi ada mata air panas di Banjar yang ramai dikunjungi, sehingga Brahmavihara-Arama menjadi semakin dikenal dan menjadi objek kunjungan para wisatawan, karena banyak di antaranya sehabis mandi dan berendam di air panas Banjar, lalu melanjutkan kunjungan ke Brahmavihara-Arama.

Asal-usul dan sejarah Brahmavihara-Arama atau Vihara Buddha Banjar merupakan vihara yang baru dibangun lewat pertengahan abad ke-20 Masehi, tepatnya pada tahun 1960 dan selesai tahun 1970, kemudian baru diresmikan sekitar tahun 1973. Sebelum berlokasi di Perbukitan Banjar Tegeha, di sekitar air panas Banjar telah dibangun vihara, tetapi pada saat itu upasaka ( pengikut agama Buddha) tersebut sangat sedikit, baru sekitar 25 orang. Kemudian setelah upasaka semakin banyak jumlahnya, baru dibangun Brahmavihara-Arama yang berlokasi di perbukitan Banjar Tegeha, desa pekraman Banjar, di areal tanah seluas kurang lebih 1 ha. Areal bangunan Brahmavihara-Arama telah diperluas lagi untuk dapat membangun miniatur Borobudur yang berlokasi di areal bagian selatan Brahmavihara-Arama yang telah selesai dibangun dan diresmikan. Secara garis besarnya Brahmavihara-Arama terdiri dari lima kompleks bangunan sebagai berikut: (1) Upasatha Gara; berlokasi dipuncak bukit sebelah barat yang merupakan sebuah ruangan yang nyaman dan tenang. Pada dinding ruangan bangunan ini dipahatkan relief kelahiran Sang Buddha, dan di tengah-tengahnya terdapat arca Sang Buddha dalam keadaan mencapai Sama Sang Buddha (Nirwana). Dalam kegiatan keagamaan dan spritual, ruangan ini berfungsi untuk pentasbihan para bhiku smaanera (Calon Bhiku), yang merupakan tahap awal untuk mengikuti latihan berikutnya. Diruangan ini juga para bhiku mengucapkan sumpah dan janji. (2) Dhamasala; berlokasi di kawasan bagian timur. Ruangan dharmasala ini merupakan sejenis ruangan kuliah. Ruangan ini juga merupakan tempat untuk melakukan kebaktian, memberikan kotbah dan untk melakukan aktivitas spritual. (3) Stupa; merupakan sebuah bangunan yang bentuknya menyerupai lonceng raksasa, yang berlokasi di sudut barat laut, yang sisinya terbuat dari beton, dipahatkan pada relief-relief yang keindahannya mengagumkan.

Di dalam stupa ini tersimpan benda-benda sakral milik sang Buddha, antara lain relik sosok benda yang berkilauan dan tahan api. (4) Pohon Bodi; merupakan tempat simbol kemenangan sang Buddha pada waktu mencapai Sammia Sang Buddha (kesempurnaan yang abadi). Di tempat ini para pengunjung Vihara melakukan meditasi, terutama pada waktu Hari Suci Asada dan Hari Suci Waicak. (5) Kuti; merupakan tempat tinggal para bhiku maupun para siswa yang sedang menuntut ilmu dan dipakai sebagai tempat latihan para bhiku. Selain itu ada dua arca Buddha yang sangat menarik ,yakni Arca Parinirwana dan Arca Buddha sebagai sang Buddha. Keduanya terbuat dari perunggu berlapis emas yang merupakan sumbangan dari Thailand dan Sri Langka pada tahun 1977.

Arca-arca Buddha yang lain tersebar di seluruh taman di Brahmavihara-Arama ada 31 buah, materialnya dari batu cadas atau beton yang menunjukkan simbol bahwa ada 31 tingkatan alam lagi di luar nirwana. Sebenarnya perayaan hari Suci Waicak setiap hari Purnamasiddhi itu adalah untuk merayakan tiga upacara yang dilaksanakan sekaligus, yakni kelahiran Sang Buddha pada waktu bulan Purnamasiddhi Waisak Puja, pencapaian Sama (Nirwana) oleh Sang Buddha yang merupakan kebebasan yang sempurna, serta saat Sang Buddha mencapai parinirwana( keabadian).


FORM PEMESANAN


Nama

Telepon

E-mail

Pesan Anda

Masukan Kode ini : captcha

Tag :  
vihara,GAMBAR VIHARA,gambar wihara,vihara budha,sejarah vihara banjar,Vihara bali